Biografi Albert Einstein Sang Ilmuwan Paling Cerdas

4 min read

Biografi Albert Einstein

Biografi Albert Einstein sebagai ilmuwan paling pintar di abad ke-20 ini memang sudah banyak yang menuliskannya. Semua orang pasti pernah mendengar nama besar ini, entah hanya sekilas mendengar atau benar-benar mencari tahu siapa Dia. Nah di sini akan sedikit dipaparkan tentang biograsi seorang Albert Einstein.

Biografi Seorang Albert Einstein

Biografi Albert Enstein dimulai pada saat Albert Einstein lahir yaitu lahir di Ulm, Kerajaan Wurttembergh, Kekaisaran Jerman pada tanggal 14 Maret 1879. Albert Enstein merupakan ilmuwan fisika teoritis yang mempunyai nama besar sebagai ilmuwan paling jenius abad 20. Prestasinya yang luar biasa di bidang Fisika dan Matematika mampu mengharumkan namanya. Putra dari Herman Enstein dan Pauline. Ayahnya adalah seorang penjual ranjang bulu yang pada akhirnya menjadi elektrokimia. Albert Enstein sendiri merupakan keturunan Yahudi yang oleh orangtuanya disekolahkan di sekolah Katholik.

Disebutkan dalam biografi Albert Einstein, yang paling berkesan dan memotivasi Albert Einstein sampai dewasa adalah ketika ayahnya memberikan sebuah kompas kecil padanya. Waktu itu umurnya lima tahun, dan sampai dewasa ia tetap tertarik terhadap kompasnya, karena ruang “kosong” ini ternyata mampu memberikan reaksi terhadap kompas kecilnya itu. Inilah saat-saat yang paling berkesan dan menggugah hatinya.

Einstein kecil merupakan orang yang tergolong lamban dalam belajar. Meskipun hobinya adalah membuat alat mekanik, itu tidak lantas membuatnya langsung menjadi jenius. Setelah struktur otaknya diteliti (setelah kematiannya), kemungkinan besar Enstein ini menderita dyslexia atau sifat pemalu yang membuatnya susah bergaul. Atau kemungkinan lain adalah karena struktur otaknya yang jarang dan berbeda dari struktur otak manusia pada umumnya.

Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa Albert Einstein menderita sindrom asperger yang dalam bahasa sederhananya adalah sindrom yang berhubungan dengan Autis.

Baca Juga  Mengenal Sistem Pernapasan pada Burung

Pada masa studinya, Albert Einstein ini dikabarkan pernah mengalami kegagalan dalam jenjang pendidikannya, yaitu pada pelajaran Matematika. Padahal Einstein telah belajar matematika sejak umur 12 tahun. Sumber yang lain menyatakan bahwa kegagalan Einstein bukan karena ia bodoh dalam hal matematika, tetapi adanya sistem pergantian nilai yang membingungkan, sehingga nilainya pun tidak tertolong.

Einstein sejak kecil memang tertarik pada dunia intelektual. Pada akhir masa kanak-kanaknya, dua pamannya yang mengetahui ketertarikan Einstein ini lalu memberinya usulan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1884, ayahnya mengalami kegagalan dalam bisnis elektrokimianya. Hal ini memaksa keluarga Einstein untuk pindah dari kota Munchen ke Kota Pavia, Italia. Tetapi Elbert Einstein tidak bisa pergi bersama keluarganya, dikarenakan masa studinya yang masih satu semester lagi.

Albert Einstein pernah mengalami kegagalan dalam tes masuk Eidgenossische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal di Zurich). Setelah beberapa kali ditolak, ia akhirnya berhasil masuk di Universitas Zuric dengan almamater ETH Zurich dan berhasil memperoleh gelar diplomanya pada tahun 1886. Satu tahun berikutnya, Ia melepaskan kewarganegaraan Wuttemberg dan menjadi tidak mempunyai kewarganegaraan.

Biografi Albert Enstein selanjutnya membahas tentang lika-liku kisah percintaannya. Pada tahun 1898, Albert Einstein bertemu dengan Mileva Maric dan jatuh cinta kepadanya. Kemudian mereka menikah pada tahun 1903 dan telah dikaruniai satu orang anak bernama Lieserl Enstein. Status anak pertamanya ini tidak diakui oleh hukum karena lahir sebelum perkawinan sahnya. Pernikahannya dengan Mileva Maric ini tidak bertahan lama, pada tahun 1919 mereka akhirnya bercerai. Di tahun yang sama, Einstein kemudian menikah lagi dengan Elsa Lowenthal.

Kerja dan Gelar Doktor dalam Biografi Albert Einstein

Biografi Albert Enstein menyebutkan bahwa pada tahun 1900 Albert Enstein diberi gelar untuk mengajar di Eidgenossische Technische Hochschule, dan pada tahun berikutnya Ia mendapatkan kewarganegaraan Swiss. Pada tahun 1904, Albert Enstein menjadi pegawai tetap di Kantor Paten Swiis. Selanjutnya Albert Enstein mendapatkan gelar doctor setelah menyelesaikan tesis dengan judul “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (“On a new determination of molecular dimensions”) di Universitas Zurich pada tahun 1905.

Baca Juga  5 Tempat Terbaik Merayakan Tahun Baru Di Malang

Dalam setiap biografi Albert Enstein pasti menyebutkan tentang prestasi-prestasi yang telah ia peroleh. Albert Einstein dikenal dengan mahakaryanya yaitu tentang teori relativitasnya baik itu relativitas umum maupun realitivitas khusus. Prestasi yang lain adalah tentang Efek fotoelektrik, persamaan massa energi, teori gerak brown, Statistika Bose-Enstein, Teori Medan Terpadu, dan Paradoks EPR.

albert einstein

Dalam masa sekarang ini, kata Einstein bersinonim dengan kejeniusan dan kecerdasan. Untuk menghargai pengabdiannya terhadap ilmu pengetahuan, nama Einstein digunakan untuk satuan dalam fotokimia, salah satu unsur kimia juga ada yang dinamakan dengan einsteinium, dan ada satu asteroid yang diberi nama 2001 Enstein.

Albert Enstein pernah mendapatkan beberapa penghargaan dalam bidang fisika, di antaranya adalah Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1921. Di tahun yang sama, ia kembali mendapatkan penghargaan Medali Matteucci, kemudian medali Copley pada tahun 1925, Medali Max Planck pada tahun 1929, dan yang terakhir adalah tokoh trime abad ini pada tahun 1999. Penghargaan terakhir yang diberikan bahkan jauh setelah ia meninggal.

Biografi Albert Enstein selanjutnya membahas tentang kematian seorang Albert Enstein ini. Albert Enstein menderita pendarahan organ dalam yang dikarenakan oleh pecahnya aunerisma aorta perut pada tanggal 18 April 1955. Dokter Rudolph Nissen pada tahu 1948 juga pernah melakukan pembedahan terhadap Albert Enstein, dan sakit itu terulang lahir pada tahun 1955.

Selama Albert Enstein sakit, Ia tetap memaksakan diri untuk menulis naskah pidatonya yang akan dibacakan pada saat memperingati hari kemerdekaan Israel yang ketujuh di sebuah acara televisi. Dengan kondisinya yang semakin memburuk, ia tetap memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaannya itu. Ia menolak untuk melakukan operasi dengan mengatakan “Saya telah melakukan bagian saya, sekarang sudah saatnya saya untuk pergi, saya ingin pergi dengan elegan. Saya tidak ingin hidup secara artifisal.”

Baca Juga  5 Tempat Favorite Tahun Baruan di Surabaya

Pada akhirnya, Albert Enstein menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Princeton pada usianya yang baru 76 tahun pada pagi hari. Akhirnya, setelah melakukan pekerjaannya sampai pada titik terakhir, ia pun meninggal sesuai dengan harapannya.

Setelah diotopsi, ahli patologi bernama Thomas Stolth Harvey yang bekerja di Rumah Sakit Princeton menghapus otak Albert Enstein untuk diawetkan. Ia melakukan itu tanpa izin dari keluarga Albert Einstein. Meskipun begitu, Dokter ahli patologi tersebut tetap tegas dengan alasannya untuk dapat diteliti lagi pada saat perkembangan ilmu kedokteran telah canggih. Di masa depan Dokter itu berharap ilmu saraf masa depan bisa menjelaskan kenapa seorang Albert Enstein ini bisa menjadi begitu jenius dan pintar.

Demikian sedikit penjelasan tentang biografi Albert Einstein. Setelah membaca biografi ini, semoga kita semua bisa mengambil keteladanan dari seorang tokoh bernama Albert Enstein ini. Seorang tokoh dunia yang terkenal sebagai ilmuwan paling cerdas dan jenius abad 20.

andy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *