Benarkah Nanas Dapat Menggugurkan Kandungan

mitos nanas penggugur kandungan

Mitos Nanas Penggugur Kandungan – Banyak orang beranggapan bahwa nanas merupakan salah satu jenis makanan menggugurkan kandungan. Mitos ini banyak diyakini oleh sebagian besar masyarakat. Sehingga, para ibu hamil sangat dilarang untuk mengonsumsi nanas dalam berbagai bentuknya karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah pada janin.

Padahal, dalam kenyataannnya, hingga saat ini belum pernah ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa nanas adalah makanan penggugur kandungan. Penelitian hanya menyebutkan adanya beberapa kandungan zat dalam nanas, terutama pada nanas muda.

Zat-zat tersebut secara umum sering memicu terjadi proses kontraksi jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Kontraksi inilah yang kemudian memicu timbulnya sifat antelmintik serta abortvium. Kedua sifat inilah yang harus dihindarkan terjadi pada ibu hamil.

Mitos Nanas Penggugur Kandungan

Kontraksi yang terjadi pada saat usia kandungan masih muda memang berbahaya. Karena pada saat itu, kandungan dalam keadaan lemah. Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya keguguran. Namun, perlu diingat, hal ini bukan hanya disebabkan karena mengonsumsi nanas muda saja. Sebab, ada banyak hal yang juga bisa menimbulkan kontraksi dan mengakibatkan keguguran tersebut. Hal inilah yang kiranya perlu dilakukan penelitian secara lebih mendalam sehingga bisa didapatkan bukti tentang penyebab terjadinya keguguran secara pasti.

Namun demikian, mitos yang berkembang tentang dampak nanas pada kehamilan ini demikian kuat melekat. Hal ini dimungkinkan karena adanya kandungan air dalam buah tersebut yang sering menimbulkan penyakit keputihan di kalangan wanita. Hal inilah yang kemudian dikaitkan dengan adanya keyakinan tanpa dilandasi adanya penelitian ilmiah.

Pelurusan Mitos
Terkait dengan hal tersebut, ada hal yang perlu diluruskan dalam pemahaman masyarakat terkait mitos tentang nanas muda. Pada dasarnya, buah nanas bukanlah sebuah buah yang perlu untuk dihindari atau ditakuti. Alasannya, buah nanas ini memiliki kandungan vitamin yang sangat baik untuk kesehatan manusia.

Bahkan, kandungan yang ada dalam buah nanas, sangat baik digunakan untuk mencegah munculnya sel kanker di dalam tubuh. Namun demikian, khusus untuk perempuan memang sebaiknya dalam mengonsumsi buah nanas ini harus dilakukan dengan hati-hati. Walaupun tidak harus menghindari buah ini sama sekali, karena bagaimanapun ada manfaat yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah nanas tersebut.

Buah nanas sendiri merupakan salah satu sumber vitamin A dan C alami yang cukup tinggi. Vitamin A memiliki fungsi untuk meningkatkan kesehatan mata manusia. Sehingga, mata akan lebih sehat dan cerah bila asupan vitamin A ini terpenuhi. Demikian pula dengan pemenuhan vitamin C. Kecukupan akan vitamin ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai serangan penyakit serta memberikan kemampuan untuk menangkal virus yang masuk.

Bagi mereka yang gemar begadang, mengonsumsi buah nanas ini sangatlah dianjurkan. Pada saat seseorang begadang, ia akan kehilangan vitamin C dalam jumlah yang cukup besar dalam tubuhnya. Untuk itu, pemenuhan akan vitamin C ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi buah nanas secukupnya.

Di sisi lain, dengan mengonsumsi buah nanas ini kita bisa terhindar dari serangan radang dan juga akan memperlancar proses pencernaan di bagian lambung. Bagi mereka yang mengalami sembelit atau susah buang air besar, mengonsumsi buah nanas akan mampu memberikan kemudahan dalam proses tersebut secara alami. Hal ini mengingat buah nanas mempunyai kandungan serat buah yang cukup tinggi.

Dengan adanya fakta tersebut, bisa kita lihat buah nanas pada dasarnya juga memiliki potensi yang bermanfaat bagi tubuh. Termasuk, manfaat yang akan didapatkan jika dikonsumsi oleh mereka yang sedang hamil. Namun, tentu saja harus ada batasan konsumsi yang sebaiknya dipatuhi agar pada nantinya buah nanas tersebut tidak menimbulkan permasalahan yang kurang diharapkan, khususnya bagi kehamilan.

Untuk para wanita hamil, kiranya harus mewaspadai dalam mengonsumsi buah nanas. Buah nanas tidak perlu harus dijadikan pantangan, namun juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

Untuk perempuan yang usia kehamilannya masih rentan, sebaiknya tidak mengonsumsi buah nanas setiap hari. Atau, bagi mereka yang didiagnosis memiliki janin yang lemah, buah nanas juga tidak diajurkan dikonsumsi. Karena pada usia kandungan yang masih lemah dan belum cukup kuat atas reaksi dari zat yang ada di dalamnya, buah nanas bisa membahayakan karena kandungan yang ada di dalam buah nanas memiliki sifat yang melarutkan.

Seputar Pengguguran Kandungan
Masalah pengguguran kandungan, pada saat ini masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Ada yang beranggapan, menggugurkan kandungan dengan alasan apa pun, adalah sebuah perkara yang tidak bisa dibenarkan. Namun, di sisi lain ada juga pihak yang berpendapat bahwa untuk alasan tertentu, pengguguran kandungan bisa diterima dan termasuk hal yang diperbolehkan untuk dilakukan.

Hal ini biasanya dilakukan dengan alasan kesehatan, di mana jika kandungan tersebut dibiarkan terus ada dalam rahim ibunya, bisa menimbulkan bahaya yang sangat besar. Baik untuk bayi di dalam kandungan tersebut atau juga bagi ibu yang mengandungnya.

Agama Islam, memiliki sudut pandang tersendiri terkait masalah pengguguran kandungan tersebut. Hal ini dijelaskan dalam keputusan Majelis Ulama Besar No. 140, 20-6-1407 H, yang membahas tentang masalah pengguran kandungan.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah pengguran kandungan. Antara lain adalah:

1. Pengguran kandungan pada usia berapa pun, merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan. Namun, untuk alasan tertentu yang bersifat syar‘i, hal ini diperbolehkan melalui ketentuan yang sangat ketat.

2. Pada saat usia kandung masih menginjak masa pertama atau 40 hari, sementara pengguran dilakukan sebagai upaya untuk menghindarkan terjadinya bahaya, maka hal tersebut bisa dilakukan. Akan tetapi, lain bila upaya pengguguran kandungan tersebut dilakukan dengan alasan lain, seperti karena masalah ekonomi atau takut tidak bisa merawat, atau hal lain yang tidak berhubungan dengan masalah kesehatan.

Maka, proses pengguguran yang dilakukan tersebut pada akhirnya menjadi sesuatu yang diharamkan dan tidak boleh dilakukan. Karena pada dasarnya, setiap manusia yang lahir di dunia ini sudah memiliki rezeki masing-masing, sehingga kita tidak boleh merasa takut akan kelahiran seorang anak hanya karena ekonomi yang terbatas.

3. Pengguran kandungan walaupun masih dalam bentuk segumpal darah atau segumpal daging, sampai ada keputusan dari tim dokter yang menyatakan apabila proses kehamilan tersebut dilanjutkan bisa menimbulkan bahaya, misalnya menyebabkan kematian sang ibu. Namun, proses pengguguran ini sebaiknya dilakukan setelah dilakukan berbagai cara yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk menghindarkan risiko tersebut.

4. Jika usia kandungan sudah memasuki masa ketiga serta sempurna empat bulan kandungannya, tidak dibolehkan melakukan pengguguran. Hal ini dilakukan sampai ada keputusan dari dokter spesialis yang didasarkan pada hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa keberadaan janin di dalam rahim ibu tersebut akan menimbulkan kematian. Namun, sebelum melakukan pengguguran, sebaiknya dlakukan beberapa usaha untuk mencegah pengguguran tersebut.

Dalam situasi ini, keringanan untuk memprioritaskan pengguguran yang dilakukan setelah melalui syarat-syarat tersebut adalah bahwa pencegahan lebih baik dari membiarkan dua bahaya yang bisa timbul.

Itulah jawaban dari Fakta atau Mitos Nanas Penggugur Kandungan? semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *