andy Fulltime Blogger yang senang membagikan informasi pada semua orang

Cerita Dongeng Timun Mas

5 min read

cerita timun mas

Cerita rakyat, merupakan cerita yang sering menjadi teman saat tidur. Biasanya, cerita rakyat atau legenda tidak pernah terputus pada satu masa saja. Jika di antara kalian mungkin belum mengenal bagaimana cerita dongeng Timun Mas yang begitu hangat beredar di lingkungan masyarakat Indonesia, saya akan mengulas kembali alur cerita dongeng Timun Mas ini.

Berikut Kisah Dongeng Timun Mas
Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa yang terletak dekat hutan, hiduplah sepasang suami-istri. Keduanya merupakan seorang petani. Namun, walau sudah menikah sekian lama, mereka tak juga kunjung dikaruniai seorang anak. Hingga setiap hari, mereka selalu berdoa kepada Tuhan, agar diberikan seorang keturunan.

cerita timun mas

Suatu hari, desa mereka didatangi oleh seorang raksasa. Karena raksasa tersebut mendengar doa suami-istri tersebut, raksasa langsung mengunjungi rumah sepasang suami-istri itu dan memberikan biji mentimun.

Raksasa memberikannya sambil berkata, ”Tanamlah ini, nanti kalian akan mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi ada syaratnya” kata raksasa, lalu suami-istri tersebut saling berpandangan dan bertanya kepada raksasa ”Apa itu?”. Raksasa itu lalu berkata, ”Pada saat usia anak perempuan itu sudah mencapai umur 17 tahun, anak tersebut harus kalian berikan kembali padaku.”

Tanpa berpikir panjang, suami-istri itu menyetujui perjanjian dengan sang raksasa. Lalu, mereka segera menanam biji mentimun yang telah diberikan oleh raksasa tadi. Setiap hari, kedua pasangan itu bergantian merawat tumbuhan tersebut. Setelah berbulan-bulan, mentimun itu menjadi besar dan berwarna keemasan.

Ketika buah itu dirasa sudah masak, keduanya memetik mentimun tersebut dengan hati-hati. Setelah itu, dibelahlah buah mentimun tersebut, dengan perasaan yang terkejut mereka segera melihat seorang bayi di dalamnya. Seperti yang dikatakan sang raksasa, bayi berjenis kelamin perempuan dan sangat cantik. Melihatnya, sepasang suami-istri itu merasa bahagia dan memberi nama anaknya dengan nama Timun Mas.

Baca Juga  10+ Nutrisi Otak untuk Buah Hati Cerdas

Tahun demi tahun telah berlalu. Kini sang bayi manis itu telah berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan menjadi kebanggaan kedua orang tuanya. Walaupun sangat bangga, tapi kedua orang tua tersebut semakin dihantui rasa takut mengingat perjanjian dengan sang raksasa akan jatuh tempo. Sang raksasa akan datang menjemput Timun Mas.

cerita timun mas

Benar saja, tak lama setelah hari ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa kembali dan menagih apa yang sudah menjadi kesepakatan sebelumnya. Sang petani tersebut mencoba menenangkan diri juga menenangkan sang raksasa, ”Tunggu sebentar, mungkin Timun Mas sedang bermain keluar, istriku akan segera memanggilnya untuk kembali” kata petani.

Setelah ibu petani menemukan Timun Mas, ia lalu memberikan sebuah kantung kain, ”Anakku, ambilah ini, cepat larilah, ini akan menolongmu dari kejaran raksasa, cepat!” Tanpa pikir panjang, Timun Mas pun menuruti perkataan ibunya, ia pun berlari sejauh yang ia bisa. Sang ibu hanya bisa menangis sedih melihat anaknya pergi.

Setelah lama menunggu, sang raksasa akhirnya sadar telah ditipu oleh pasangan petani tersebut. Lalu, ia pun marah dan menghancurkan kediaman petani itu dan segera mencari Timun Mas ke arah hutan. Sang raksasa mencoba mengejar dan mencari jejak Timun Mas.

Timun Mas sadar bahwa sang raksasa telah mendekat, ia lalu bersiap-siap mengambil garam yang berada di dalam kantung kain yang tadi diberikan ibunya. Lalu, garam itu ia lemparkan ke arah sang raksasa. Tidak disangka-sangka, sebagian dari hutan menjadi laut yang teramat luas. Keadaan itu membuat raksasa terkejut dan memaksakan dirinya untuk berenang, demi mendapatkan Timun Mas.

Timun Mas juga tidak ingin menyerah dan memasrahkan dirinya pada seorang raksasa, maka ia terus berlari menjauh hingga merasa lelah. Dan ketika raksasa hampir berhasil mendahului Timun Mas, Timun Mas kembali mencari barang ajaib lain yang ada dalam kantung kainnya tersebut. Ia mendapatkan cabai.

Baca Juga  Cara Mendidik Anak dalam Islam

Segera ia melemparkan segenggam cabai itu ke tempat dimana raksasa berada, dan dengan cepat tumbuhlah ranting dan pohon berduri yang membuat raksasa tersebut terperangkap. Sang raksasa pun berteriak kesakitan. Melihat itu, Timun Mas memanfaatkannya untuk terus berlari menjauh.

Karena raksasa tersebut sangat kuat, ia berhasil meloloskan diri dari tumbuhan berduri yang melilit tubuhnya. Kali ini, raksasa berlari dan hampir menangkap gadis cantik incarannya itu. Timun Mas ketakutan dan segera memasukan tangannya ke dalam kantung kainnya. Kali ini, ia menemukan biji-biji mentimun ajaib dan ia segera menebarnya.

Dan tiba-tiba saja, tumbuhlah kebun mentimun yang ukurannya sangat luas. Karena raksasa sangat lelah juga lapar, akhirnya ia memakan buah mentimun yang tumbuh di kebun tersebut. Raksasa tidak sadar telah memakan mentimun dalam jumlah yang banyak. Karena terlalu kekenyangan, akhirnya raksasa itu pun tertidur.

Melihat kesempatan itu, Timun Mas kembali berlari dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Tapi karena sudah terlalu lama berlari, Timun Mas pun kehilangan energi untuk berlari. Dan lebih parahnya lagi, sang raksasa sudah terbangun dari tidurnya. Timun Mas sudah sangat ketakutan dan akhirnya, ia melemparkan senjata terakhir yang ada dalam kantung kain tersebut, yaitu terasi udang.

Dengan cepat, sebuah danau lumpur terbentang luas dan membuat sang raksasa terjerembab dan tertarik ke dasar. Hingga sang raksasa tersebut tenggelam dan tak bisa keluar. Timun Mas benar-benar memastikan apakah raksasa itu benar-benar tenggelam atau tidak. Setelah ia yakin, lalu ia merasa lega. Timun Mas selamat.

Dengan perasaan lelah dan bahagia, Timun Mas pun kembali ke desa untuk menemui kedua orang tuanya. Dari kejauhan, orangtua Timun Mas melihat anaknya yang cantik mendekat. Mereka sangat senang melihat anaknya kembali dengan selamat.

Baca Juga  Sumber Alami Vitamin Bayi

Lalu, mereka menyambut Timun Mas dengan doa ”Tuhan, terima kasih Kau telah menyelamatkan satu-satunya anak kami” kata mereka. Dan sejak saat itu, mereka menjadi keluarga yang utuh dan bahagia, tanpa dilanda rasa takut akan raksasa yang berniat mengambil putri tercintanya.

Tamat

Dari salah satu cerita dongeng Timun Mas ini, kita dapat memetik makna bahwa tak ada satu orangtua pun yang tak sayang kepada anaknya. Dan dengan doa, segala hal dapat berjalan dengan baik. Walaupun dalam kenyataannya tidak ada seorang raksasa, juga tak ada bayi yang lahir dari sebuah biji. Tapi kembali lagi, ini adalah sebuah legenda, cerita rakyat.

Cerita dongeng Timun Mas menjadi gambaran bagi keanekaragaman cerita rakyat yang dimiliki oleh Indonesia. Indonesia terdiri atas berbagai wilayah dan di setiap wilayah tersebut selalu ada ciri khas yang berbeda, salah satunya cerita rakyat atau dongeng.

Dan cerita inilah yang akan menemani anak-anak dari generasi ke generasi. Cerita rakyat yang merakyat selalu menjadi ikon bagi setiap daerah, tidak jarang pula suatu kejadian atau suatu tempat disebut-sebut berasal dari salah satu cerita rakyat yang beredar. Bukan hanya cerita dongeng Timun Mas, tetapi ada juga kisah Tangkuban Perahu, Sangkuriang, Malin Kundang, Keong Mas, Bawang Merah Bawang Putih, dan sebagainya.

andy Fulltime Blogger yang senang membagikan informasi pada semua orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *