Lewat Sawit, Indonesia Bangkit

lewat sawit indonesia bangkit

Lewat Sawit, Indonesia Bangkit – Sudah lama Indonesia dikenal sebagai daerah yang kaya dengan aneka jenis sumber daya yang berasal dari alam. Salah satunya adalah tersedianya lahan yang sangat luas dan bisa difungsikan untuk mengembangkan berbagai macam industri perkebunan, misalnya kelapa sawit.

Produk utama dari perkebunan kelapa sawit adalah minyak yang bisa digunakan untuk berbagai macam industri. Namun selain minyak, terdapat hasil olahan lain yang bisa digunakan secara maksimal. Salah satunya ampas dari tandan kelapa sawit. Ampas ini bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat pupuk jenis organik yang cara pembuatannya memakai suatu proses fermentasi atau lebih populer dengan sebutan pengomposan.

Sedangkan, untuk tandan yang kosong atau TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit), bisa dipakai untuk dijadikan bahan alternatif mengisi rongga jok mobil dan membuat matras atau kasur.

Pangsa dan Potensi Pasar
Produsen hasil perkebunan sawit terbesar di dunia saat ini adalah Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini mampu menghasilkan sekitar 85 – 90 % dari keseluruhan produksi sawit di dunia. Dari angka tersebut, Indonesia menjadi urutan pertama produsen dan eksportir minyak sawit yang mampu menghasilkan 43 juta ton ditahun ini.

sumber: https://www.moneysmart.id/

Produksi utama dari perkebunan kelapa sawit yaitu minyak atau CPO, untuk yang berada di dalam negeri dipasarkan pada perusahan-perusahaan yang menghasilkan aneka produk bahan makanan.

Namun, jenis industri yang paling besar adalah perusahaan yang memproduksi minyak goreng. Kebutuhan akan minyak goreng ini terus mengalami peningkatan yang tiada henti. Bahkan untuk tahun-tahun berikutnya, kebutuhan itu makin bertambah banyak seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk. Ini merupakan pangsa pasar yang sangat besar dan mampu menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Baca Juga  Cara Budidaya Lobster Air Tawar Agar Berhasil

Selain minyak goreng, industri lain yang juga membutuhkan minyak sawit adalah industri bahan makanan atau makanan jadi. Ini juga menjadi potensi yang cukup tinggi karena kebutuhan makanan dan bahan untuk membuat makanan juga terus mengalami peningkatan yang cukup tajam.

Sedangkan, untuk pasar luar negeri atau ekspor, juga sama terutama untuk negara-negara di wilayah Eropa. Salah satu sebabnya adalah, masyarakat di sana lebih suka menggunakan minyak goreng atau makanan dan bahan yang menggunakan bahan dari minyak kelapa sawit.

Disebabkan kebutuhan akan minyak sawit meningkat, pohon kelapa sawit dibudidayakan dan terbukti sekarang berdasarkan catatan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia, Secara nasional lebih dari 50 % pemain di industri sawit ialah petani rakyat. Data dari BPDP-KS memperlihatkan mulai tahun 2000, industri sawit Indonesia sudah membantu 10 juta orang keluar dari kemiskinan. Serta kurang lebih 1,3 juta orang di perusahaan terangkat dari garis kemiskinan.

Walau Indonesia seringkali diterpa rumor negatif tentang sawit akan tetapi kehadiran tanaman komoditas itu nyatanya bisa menjadi sumber pendapatan yang subtansial buat devisa negara. Perolehan positif itu dirasakan dengan penambahan ekspor cangkang kelapa sawit yang meluas ke beberapa negara.

Dan juga keberadaan cangkang kelapa sawit sendiri yang sampai kini sering dipandang jadi sampah, nyatanya mempunyai fungsi alternatif dalam energi terbarukan yang ramah lingkungan dibanding energi fosil. baca: Cangkang Sawit Solusi Bahan Bakar Murah

Dari keunggulan yang dipunyai itu cangkang sawit dipastikan akan terus merambah dunia. Menurut Data tertulis IQFAST di Karantina Pertanian Pekanbaru, tahun 2018 ekspor cangkang sawit ke Jepang sekitar 227 ton atau sama dengan Rp 770 miliar. Sedang di Januari – Juli 2019, ekspornya naik sekitar 252 ton dengan nilai ekonomi Rp 855,8 miliar.

Baca Juga  Investasi Properti, Cara Pintar Beternak Uang

Tercatat keseluruhan nilai ekspor produk sawit pada 2017 sebesar Rp 239 triliun yang disebut paling besar dan lebih besar dari bidang minyak serta gas. Dalam bidang ketahanan energi, penerapan kebijaksanaan mandatori biodiesel (Agustus 2015 s/d 30 Juni 2018) membuat penghematan devisa sebesar US$ 2,52 miliar (Rp30 triliun). sumber: https://www.tribunnews.com/

Melihat demikian berpengaruhnya komoditi pada perekonomian di negara ini maka industri kelapa sawit akan makin luas serta berkembang nantinya. Semoga Lewat Sawit Indonesia Bangkit!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *