Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Jagung

Budidaya jagung

Budidaya jagung belakangan ini cukup diminati oleh masyarakat mengingat permintaan pasar yang juga semakin meningkat. Tanaman jagung juga memiliki sisi ekonomis yang cukup tinggi sebab banyak produk olahan yang berasal dari tanaman jagung ini. Selain dapat dikonsumsi secara langsung seperti jagung bakar maupun jagung rebus, jagung biasanya diolah menjadi tepung.

Belakangan juga tengah populer produk susu jagung yang termasuk produk olahan jagung seperti susu kedelai. Selain dari sisi ekonomis, alasan mengapa banyak yang tertarik membudidayakan tanaman jagung adalah budidayanya yang tidak terlalu sulit.

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Jagung

Tanaman jagung sendiri merupakan jenis tanaman yang memiliki tingkat fotosintesis tinggi sehingga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Oleh karena itu lokasi yang cocok dalam membudidayakan tanaman jagung ini haruslah pada areal yang terpuka seperti sawah atau ladang sehingga dapat menerima banyak sinar matahari. Lalu untuk lokasi budidaya tanaman jagung ini sebaiknya tidak tergenang oleh air tetapi lahan tersebut memiliki kadar air yang cukup. Bagi anda yang tertarik dalam budidaya jagung ini berikut akan kami berikan beberapa informasi penting seputar panduan budidaya tanaman jagung ini. Simaklah mengenai panduan budidaya jagung berikut ini.

Kondisi yang Perlu Diperhatikan dalam Budidaya Jagung

Dalam budidaya jagung ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan supaya tanaman jagung dapat tumbuh secara optimal. Kondisi tersebut meliputi sifat tanah, kondisi iklim, derajat keasaman tanah, kadar air, suhu lingkungan serta intensitas cahaya matahari. Tanaman jagung sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah tetapi sifat tanah yang paling cocok dan sesuai dalam budidaya tanaman ini adalah tanah yang subur dan memiliki drainase yang lancar. Untuk menjaga kesuburan tanah maka anda bisa memberikan pupuk dan humus supaya tanah tetap subur dan pertumbuhan tanaman jagung lebih optimal.

Selain sifat tanah anda juga harus memperhatikan kondisi iklim sebab kondisi iklim dalam suatu wilayah berperan dalam pertumbuhan dan produksi dari tanaman budidaya. Iklim yang kurang mendukung seperti sering terjadi hujan angin tentunya akan mengganggu pertumbuhan dari tanaman budidaya seperti tanaman jagung. Meskipun tanaman jagung cocok dibudidayakan di darehan yang memiliki iklim sejuk dan dingin namun jika intensitas hujannya terlalu tinggi maka dapat mengurangi kualitas jagung yang diproduksi.

Jika ingin produksi tanaman jagung anda berkualitas dan juga baik maka anda bisa menanam jagung pada daerah yang memiliki iklim sejuk yaitu 50ᵒ LU sampai dengan 40ᵒ LS dengan ketinggian 3000 meter dpl. Tetapi ada beberapa jenis jagung tertentu yang dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tempat maupun iklim yang berbeda. Perhatikan juga jenis jagung yang akan anda budidayakan sehingga anda dapat menentukan lokasi yang tepat supaya tanaman jagung tersebut dapat tumbuh dan memiliki kualitas yang baik.

Untuk budidaya jagung memang derajat keasaman tanah penting diperhatikan.

Keunggulan dari tanaman jagung adalah tanaman ini memiliki adaptasi yang cukup baik dengan memiliki kemampuan hidup maksimal pada derajat keasaman tanah antara 5,5 sampai 7. Ada 14 skala untuk menunjukkan tingkatan derajat keasaman tanah dimana skala 1 sampai 7 menunjukkan sifat tanah yang asam sementara skala 8 sampai 14 menunjukkan sifat tanah basa.

Derajat keasaman tanah banyak dipengaruhi oleh banyaknya unsur kimia dalam tanah serta kandungan kadar air dalam tanah tersebut.

Tanaman jagung akan tumbuh dengan baik pada wilayah yang memiliki suhu antara 21ᵒ sampai 30ᵒ celcius. Untuk proses perkecambahan jagung yang paling cocok pada wilayah yang bersuhu 21ᵒ sampai 27ᵒ celcius. Bisa disimpulkan tanaman jagung membutuhkan suhu udara yang lebih sejuk untuk pertumbuhan kecambahnya. Masalah ini sangat penting sebab suhu yang terlalu tinggi dan kering dapat mengganggu proses fotosintesis pada tanaman jagung sehingga pertumbuhan tanaman jagung menjadi terganggu.

Perlu anda ketahui juga tanaman jagung memerlukan air terutama untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan jadi pada saat musim hujan mulai tiba merupakan waktu yang tepat untuk menanam jagung. Selain lebih menghemat tenaga karena tidak perlu sering menyiram, menaman jagung pada musim hujan akan menambah kelembapan udara sehingga tanaman jagung tidak akan kekurangan air yang dapat mengganggu proses fotosintesis. Selain itu tanaman jagung juga membutuhkan intensitas cahaya matahari yang cukup untuk berfotosintesis. Jika intensitas cahaya matahari kurang maka fotosintesis akan terganggu.

Cara Penanaman Dalam Budidaya Jagung

Secara umum dalam budidaya jagung ini ada dua cara untuk penanamannya yaitu multikultur dan monokultur. Pengertian dari mulitikultur adalah penanaman lahan dengan banyak jenis tanaman yang berbeda-beda dalam waktu yang bersamaan. Contohnya yaitu pada suatu lahan selain ditanami tanaman jagung juga ditanami dengan kacang tanah atau ketela pohon dalam satu waktu. Cara ini juga disebut dengan istilah tumpang sari dan cara ini bertujuan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dengan menjaga keseimbangan persedian unsur-unsur yang terkandung di dalam tanah.

Panduan Budidaya jagung

Cara yang kedua adalah monokultural yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman secara bergantian atau selang-seling. Contohnya saat ini lahan tersebut ditanami tanaman jagung dan berikutnya ditanami tanaman padi atau bisa kebalikannya. Cara monokultural ini disebut juga dengan istilah rotasi tanaman yang memiliki tujuan yang sama dengan tumpang sari. Yang membedakannya adalah waktu penanamannya yang berbeda sehingga unsur yang di terkandung di dalam tanah juga diambil secara bergantian.

Biasanya penanaman model monokultural ini juga diselingi dengan menanam tanaman kacang supaya tanah menjadi kaya akan unsur Nitrogen. Kacang tanah memang memiliki kemampuan untuk mengikat Nitrogen sebab dalam akarnya terdapat bintil yang mengandung bakteri Rhizobium yang berperan mengikat Nitrogen sehingga tanah akan kembali subur. Untuk budidaya jagung ini biasanya yang lebih banyak dipilih adalah cara yang pertama yaitu multikultur jika ditanam pada lahan yang kering.

Sebelum anda memulai budidaya tanaman jagung ini anda perlu menyediakan benih jagung terlebih dahulu. Pemilihan bibit unggul turut berperan menghasilkan jagung yang berkualitas serta dapat memberikan hasil produksi yang tinggi. Ada beberapa ciri yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan bibit jagung seperti tongkol harus diambil dari tanaman jagung induk yang sehat, kuat dan telah tua.

Tongkol memiliki rambut yang banyak dan bijinya terletak dalam barisan yang lurus. Klobot juga harus rapat dari ujung sampai pangkal daun jagung lalu yang terakhir tongkol harus dijemur sampai kering.

Benih jagung yang unggul juga bisa diperoleh lewat distributor benih. Benih jagung rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh jamur dan untuk melakukan pencegahan benih bisa diberikan fungisida atau insektisida. Untuk mencegah bulai bisa dilakukan dengan merendam benih jagung di dalam 1 liter air yang dimasukan Ridomol sebanyak 5 g. Rendam benih jagung tersebut selama 15 menit setelah itu jemur hingga kering.

Sekian informasi yang kami berikan dalam artikel ini mengenai panduan budidaya jagung. Semoga bermanfaat untuk Anda sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *