Apakah Bahaya Minum Obat Diare pada Awal Kehamilan?

diare pada awal kehamilan

Apakah bahaya minum obat diare pada awal kehamilan? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh para ibu hamil. Tampaknya masalah diare menjadi hal yang serius ketika seorang ibu sedang dalam keadaan hamil. Bukan masalah penyakitnya, melainkan karena konsumsi obatnya. Permasalahannya apabila ternyata obat diare yang dikonsumsi bisa membahayakan kesehatan bayi yang tengah dikandung.

Sebenarnya, seorang ibu hamil tidak terlalu masalah meminum obat diare. Hanya memang tentu kadarnya perlu diperhatikan. Jadi, jika ada pertanyaan, “apakah bahaya minum obat diare pada awal kehamilan?” jawabannya adalah diperbolehkannya hanya memang tentu harus ada perhatian ekstra. Untuk pembahasan lebih lengkap masalah terkait ibu hamil dan diare ini, simak penjelasannya berikut!

Tentang Diare
Diare adalah penyakit yang sebenarnya banyak menyerang anak-anak dan remaja. Namun orang dewasa pun bisa menderita penyakit yang satu ini. Penyakit ini datang menyerang karena ulah virus atau bakteri.

Gejala orang yang terserang penyakit diare adalah buang air besar yang dilakukan lebih dari empat kali dalam seharinya. Selain itu, gejala para penderita diare yang sering muncul adalah mual, sakit pada perut, nyeri lambung dan juga kram.

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal. Penyebab utamanya adalah karena asupan makanan yang tidak sehat, semacam makanan yang banyak mengandung bahan tambahan buatan. Penyebab lainnya adalah gagalnya pencernaan dalam mencerna laktosa pada susu. Jika hal ini terjadi, biasanya penderita akan mengalami kembung, nyeri, dan diare.

Penggunaan obat-obatan yang memiliki efek samping pun bisa mengakibatkan seseorang terkena diare. Tidak hanya itu, diare juga bisa disebabkan bukan karena asupan makanan belaka melainkan juga karena stress atau depresi yang secara tidak langsung akan mengganggu proses pencernaan.

Hindari Terserang Diare Saat Proses Awal Kehamilan
Dari penjelasan tentang diare, jelas bahwa diare berkaitan dengan masalah pencernaan. Dan bagi ibu hamil, masalah pencernaan menjadi sangat sensitif karena sang ibu mengandung jabang bayi. Lalu apakah bahaya minum obat diare pada awal kehamilan? Sekali lagi, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak berbahaya selama obat yang diminum memiliki komposisi yang benar.

Pada proses awal kehamilan misalnya. Masa ini merupakan masa yang cukup rawan terjadi keguguran. Masa ini merupakan masa seorang ibu hamil harus menjaga asupan makanannya. Masa ini juga merupakan masa sang ibu hamil tidak boleh terkena stress. Apalagi stress yang berat, seperti yang sudah diungkapkan akan mengakitbatkan diare bertambah parah.

Sebenarnya ketika awal kehamilan ini, diare bisa diantisipasi. Salah satu caranya adalah menghindari makanan yang banyak mengandung cabai atau merica. Hindari pula makanan yang menggunakan bumbu cabai atau merica.

Makanan seperti ini akan menggangu pencernaan meskipun makanan dengan kandungan cabai dan merica tidak akan mengganggu janin. Jika tidak kuat ingin makan makanan pedas, silakan, hanya memang jangan terlalu banyak. Bila terjadi diare segera meminum oralit. Obat jenis ini termasuk cukup ampuh mengatasi diare pada gejala awal.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari minuman susu. Bila seorang ibu sebelum masa kehamilannya rentan diare, sebaiknya hindari meminum susu. Susu sebenarnya merupakan sumber makanan yang baik dan bagus untuk ibu hamil.

susu ibu hamil

 

Di dalam susu terkandung protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin. Susu pun merupakan sumber nutrisi yang baik untuk ibu hamil. Tapi bagi sebagian orang, susu juga bisa menyebabkan diare.

Lantas bagaimana mengganti susu? Cukup mudah. Seorang ibu hamil yang takut terkena diare karena mengonsumsi susu, bisa mendapatkan nutrisi dalam bentuk olahan lain. Contohnya adalah keju dan es krim.

Namun pada dasarnya susu tetaplah nutrisi yang wajib ibu hamil. Saran pengganti susu ini hanya ditujukan bagi ibu hamil yang rentan diare atau ibu hamil yang merasa mual ketika minum susu. Rasa mual ini pun bisa saja menjadi penyakit diare nantinya.

Selain itu, ibu hamil juga harus menghindari berbagai konsumsi makanan seperti kubis/kol, pasta, kentang, jagung manis, dan gandum. Buah seperti apel dan pear pun tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi. Sebaiknya ibu hamil lebih banyak meminum air putih yang dicampur dengan sedikit madu. Konsumsi asam folat dan vitamin B pun harus lebih banyak. Dan usahkan untuk mengurangi makanan dengan kandungan vitamin D.

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa sebaiknya ibu hamil yang mengalami diare, sebisa mungkin menghindari diare. Jadi jika ada pertanyaan ”apakah bahaya minum obat diare pada awal kehamilan?” maka ditegaskan kembali bahwa jawaban dari pertanyaan itu adalah tidak terlalu masalah.

Untuk masalah komposisi obatnya, bisa konsultasikan dengan dokter. Bila ragu atau enggan berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya, jaga selalu kesehatan pencernaan Anda.

Sebenarnya, obat jenis apa pun harus dihindari ketika kehamilan baru menginjak usia 14 minggu. Namun sekali lagi jika memang kondisi memaksa seorang ibu harus minum obat, sebaiknya kenali dan konsultasi dengan dokter kandungan. Tindakan paling aman yang bisa dilakukan adalah meminum larutan elektrolit. Minumlah larutan ini sebanyak mungkin untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Tips Penanangan Diare Menggunakan Obat
Selain itu, bagi ibu hamil yang memang ingin tetap meminum obat sebagai antisipasi lain, usahakan untuk mengenal terlebih dahulu penyakit diare yang diderita. Mengingat diare bisa disebabkan oleh berbagai macam virus, sebaiknya kenali dulu virusnya.

Setelah mengenal virusnya, tinggal diberikan obat kemoterapi atau sejenis obat untuk perawatan penyakit. Perlu diketahui, obat ini harus sesuai komposisinya. Bila salah, ada kemungkinan bisa menggangu janin.

Komposisi obat yang perlu diminum oleh penderita diare adalah sebagai berikut.

  • Jika diare disebabkan oleh virus kolera, obat yang harus dikonsumsi adalah jenis kotrimoxazol dengan penggunaan 2 x 960 mg/hari selama tiga hari. Bisa juga menggunakan jenis kloramefenikol sebanyak 4 x 500 mg/hari selama tiga hari. Obat kemoterapi kloramefenikol bisa digunakan untuk diare yang disebabkan oleh virus salmonelosis. Penggunannya cukup 4 x 100 mg/hari.
  • Diare juga bisa disebabkan oleh virus traveler diarea. Bila virus ini yang menyerang, maka kemoterapi yang harus dikonsumsi adalah kontrimoksazol dengan penggunaan 2 x 960 mg/hari
  • Virus konlitis pseudomembran pun bisa mengakibatkan diare. Bila virus ini yang menyerang, obat yang tepat adalah metronidazol dengan penggunaan 3 x 500 mg/hari. Obat kemoterapi ini pun bisa digunakan untuk virus amubiasis hanya memang penggunaannya 3 x 350 mg/hari.
  • Ada juga shigelosis. Virus diare ini bisa diantisipasi dengan obat kotrimoksazol sebanyak 2 x 960 mg/hari.

Demikianlah penjelasan tentang diare pada masa awal kehamilan. Mulai dari pengertian diare, cara menghindari diare, sampai dengan tips penanganan diare pada ibu hamil. Mudah-mudahan penjelasan tersebut bisa bermanfaat dan cukup menjawab pertanyaan “apakah bahaya minum obat diare pada awal kehamilan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *