Beberapa Kesalahan Orangtua dalam Mendidik Anak

6 min read

Kesalahan Dalam Mendidik Anak

Kesalahan Dalam Mendidik Anak – Mendidik anak bukanlah perkara sederhana. Hal ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan rumus matematika seperti dikalikan dan ditambahkan ini, maka hasilnya begini. Mendidik anak tentu saja tidaklah demikian, butuh tips dari orang-orang yang berkompeten di bidang mendidik anak. Mulai dari sumber melalui buku atau setidaknya bertanya kepada orang yang memiliki latar belakang pernah mendidik anaknya. Sebut aja bertanya kepada ibu kita, bagaimana mendidik kita dulu. Jika tidak, maka kesalahan dalam mendidik anak akan bisa terjadi.

Pentingnya Mendidik Anak

Mendidik anak akan menimbulkan akibat yang fatal jika kita salah langkah. Karena anak itu bukanlah barang maupun jasa, yang apabila rusak mudah diperbaiki. Anak adalah sosok makhluk hidup yang dikaruniakan Tuhan kepada orang tua agar mereka dididik dengan benar di dunia. Namun, bila kesalahan dalam mendidik anak dilakukan, maka akan dibutuhkan waktu yang lama untuk mengobatinya atau mengembalikan kelunakan hati anak. Tentu, kita harus hati-hati mendidik anak-anak sebagai calon generasi penerus ini.

Bagi orang tua, anak-anak merupakan investasi sumber daya manusia yang paling berharga. Pada umumnya, orang tua bisa tersenyum di masa tua mereka, apabila telah mempunyai anak yang berhasil dididik dengan benar. Keinginan setiap orang terutama ayah serta ibu di hari tua yaitu akan tenang dengan bimbingan anak ketika menunggu maut. Kemudian anak-anak tersebut membimbing dengan lafal-lafal yang mengagungkan nama Allah. Namun apabila terjadi kesalahan dalam mendidik anak, maka di masa tua para orang tua akan menyesal “kenapa dari dulu tidak aku didik anakku dengan benar?”.

Penyesalan meski senantiasa datang di akhir perjalanan hidup, hendaknya dipersiapkan bagaimana menghadapinya dengan rasa syukur. Penyesalan dirubah menjadi rasa syukur ketika perencanaan hidup kita dirancang dengan teliti dan sesuai aturan. Mendidik anak juga sama, maka mereka harus dipersiapkan cara mendidiknya sejak masih dalam kandungan ibunya. Hal ini termasuk langkah penting guna menghindarkan diri dari kesalahan dalam mendidik anak.

Rasa Syukur Atas Karunia Memiliki Anak
Anak termasuk karunia Tuhan yang patut disyukuri. Rasa syukur tersebut tidak dapat dilakukan hanya dengan pemenuhan kebutuhan materi ataupun fisiknya saja hingga terlupa untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bijak terhadap anak.

Baca Juga  Cara Mudah Menghilangkan Cacing Kremi pada Anak

Mendidik Anak

Sejak calon pasangan akan menentukan pilihan suami dan istri, tentu saja memilih yang terbaik, mulai dari agama dan hal lainnya. Ketika pasangan laki-laki dan perempuan tersebut sudah menikah, tentunya rencana memiliki anak serta menjadikan masa depannya baik lebih awal direncanakan. Karenanya ketika anak masih dalam kandungan ibunya berupa janin, maka rasa syukur calon orang tua ini dapat dilakukan dengan mulai mendidiknya.

Selain itu, kesehatan ibu dan janin senantiasa dikontrol setiap minggunya dengan teliti dan hati-hati. Banyak pasangan suami istri yang belum memiliki anak hingga mengupayakan segala cara. Karena itulah, rasa syukur karena karunia memiliki anak dapat dilakukan diantaranya dengan mendidiknya dengan cara baik dan benar sekaligus mendoakannya setiap saat.

Sebagai orang tua, maka tidak perlu bersedih akan rasa letih dan lelah selama proses mengandung, mendidik, melahirkan hingga membimbingnya. Rasa sedih seharusnya menjadi rasa syukur karena ketika kewajiban sebagai orang tua dilakukan maksimal, tentu pencipta alam semesta ini akan memberikan imbalan yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu, mendidik anak diupayakan untuk terhindar dari kesalahan. Segala ilmu berkaitan dengan anak sebaiknya dipersiapkan sejak dini. Sumbernya dapat berasal dari online maupun cetak. Jika persiapan orang tua matang diiringi rasa syukur, maka kesalahan dalam mendidik anak dapat dihindari lebih awal.

Beberapa Kesalahan dalam Mendidik Anak
Harapan orang tua tentunya dapat mendidik anak-anaknya dengan cara baik dan benar. Harapan itu tidak selamanya berjalan dengan mulus sesuai rencana. Tidak sedikit pula orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik anaknya. Kesalahan ini dapat berupa sikap ataupun sifat yang dimiliki anak.

Mendidik anak memang bukanlah sebuah perkara yang begitu mudah untuk dilakukan. Banyak hal yang harus disiapkan oleh orang tua sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak di dalam keluarganya. Orang tualah yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang begitu besar untuk mendidik anak ini.

Baca Juga  Dampak Bermain Game Online Pada Anak

Maka dari itu orang tua harus mencari berbagai ilmu dan pengetahun tentang mendidik anak yang benar dan tepat. Karena hal ini akan digunakan sebagai bekal orang tua untuk dapat mendidik anak dan menjadikan mereka sebagai sosok yang memiliki kualitas yang unggul.

Sedangkan ketika orang tua tak memiliki pemahaman yang benar akan cara mendidik anak yang benar maka apa yang mereka lakukan bisa saja adalah sebuah kesalahan yang justru hanya akan memperburuk keadaan dari si anak itu sendiri.

Berikut ini terdapat beberapa contoh kesalahan dalam mendidik anak misalnya mendoakan buruk kepada anak, maupun selalu menuruti permintaan anak.

1. Mendoakan Buruk.

Doa sangat berkaitan dengan amalan setiap diri hamba Tuhan. Jika ada orang tua yang mendoakan hal-hal jelek pada anaknya ketika anak tersebut melakukan suatu kesalahan, maka berupayalah menghindarinya. Padahal, jika dilihat sepintas masalahnya adalah sepele, tetapi orang tua menyikapinya dengan serius, menghardik, dan yang paling parah lagi mendoakan keburukan pada anak-anak. Karenanya hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh orang tua.

Orang tua yaitu ayah dan ibu termasuk orang yang seharusnya sangat dekat dengan anaknya. Orang tua sebaiknya lebih menempatkan diri sebagai sosok panutan, sahabat dan tempat di mana anak mengadukan keluh kesahnya selama menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Anak akan sangat bahagia ketika kedua orang tuanya memberikan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkannya.

Jika anak melakukan kesalahan, maka tidak perlu orang tua bersikap berlebihan kepada anak. Hal tersebut secara tidak langsung bisa membuat anak lemah. Alhasil, kelak dia tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang suami ataupun sebagai seorang istri yang harus melayani serta mentaati suaminya. Orang tua harus lebih bijak menyikapinya.

Sementara anak yang didoakan buruk demikian tentu akan merasa bersalah dalam hidupnya, tidak tenang, was was dalam setiap hal dan banyak kebingungan dalam kesehariannya. Oleh karena itu, menjadi sosok orang tua hendaknya berhati-hati dan tidak cepat emosi dalam menghadapi anak-anak karunia dari Tuhan ini. Meski tidak mudah untuk dilakukan, semua membutuhkan proses belajar serta latihan menjadi orang tua yang bijak.

Baca Juga  Cara Mendidik Anak dalam Islam

2. Selalu Memenuhi Permintaan Anak.

Permintaan setiap anak berbeda dan beragam satu dengan yang lain. Orang tua tidak dapat menyamaratakan hal tersebut sesuai anggapannya terhadap anak. Jika usia mereka berbeda pun, maka permintaannya pun juga berbeda.

Kebiasaan orang tua memenuhi setiap kebutuhan anaknya justru mendatangkan akibat yang kurang baik. Misalnya anak-anak meminta permainan baru yang lagi pepuler, belum selesai bermain permainan baru tersebut anak sudah meminta video game dan lantas orang tua memenuhi setiap permintaan anaknya.

Baca juga: Dampak Game Online Pada Anak

Namun, sebaiknya orang tua menyikapinya dengan bijak yaitu mengusahakan jangan terlalu memenuhi permintaan anak. Silakan melatih anak untuk berusaha terlebih dahulu sebelum mendapatkan sesuatu. Misalnya orang tua menyampaikan kepada anaknya, “Adek, kamu akan mama belikan sepeda baru jika kamu naik kelas”, dan lain sebagainya.

Namun hal tersebut harus diupayakan untuk memberikan pembelajaran terhadap anak. Mereka sangat membutuhkan pembelajaran akan kesadaran kebutuhan mereka. Jika permintaan mereka tidak sesuai dengan kebutuhannya, tentu mereka akan sadar untuk tidak memintanya sesuka hati tanpa berpikir.

Segala upaya membutuhkan proses belajar. Orang tua tidak seharusnya memaksa anak jika mereka belum sesuai dengan pola didik yang orang tua terapkan. Segalanya butuh proses dan tidak dapat dianggap remeh begitu saja. Anak adalah karunia Tuhan yang harus dijaga dan dirawat sesuai perintah Tuhan. Menjauhkan diri anak dari hal-hal yang dilarang oleh Tuhan.

Demikian dua contoh kesalahan dalam mendidik anak, dan masih banyak lagi contoh-contoh kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak. Anda dapat menemukannya pada sumber lainnya dan jangan lupa untuk memahami pelajaran di dalamnya. Tentunya, setelah mengetahui bahwa yang telah kita lakukan adalah kesalahan mendidik anak, maka kita tidak akan mengulanginya. Selain itu, sebagai orang tua yang bijak dan menunjukkan rasa syukur, maka langkah memperbaikinya, sehingga cara mendidik anak menjadi semakin sempurna akan dilakukan secara maksimal.

lisa puspita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *