5 Tanaman Obat Pelangsing Alami

5 min read

obat pelangsing alami

Obat Pelangsing Alami – Kurang percaya diri dengan bentuk tubuh yang terlihat agak gemuk? Ingin mendapatkan bentuk tubuh ideal? Sudah mencoba banyak obat pelangsing namun belum mendapatkan hasil? Lebih baik mulai sekarang Anda coba obat pelangsing alami.

Hasil riset terbaru membuktikan, bahwa saat ini masyarakat lebih condong untuk kembali ke alam, back to nature, karena sebagian besar masyarakat sekarang tahu bahwa obat alami minim efek samping dan kaya manfaat.

5 Tanaman Obat Pelangsing Alami

Ada beberapa obat pelangsing alami yang bisa digunakan sebagai alternatif asupan nutrisi tubuh, sehingga berat badan menjadi ideal dan tidak mengalami obesitas. Bahan-bahan alam tersebut mampu mendegradasi lemak dan meminimalisasi pembentukan kolesterol. Sejumlah bahan alami yang berfungsi sebagai obat pelangsing dan penurun kadar lemak adalah sebagai berikut.

Obat Pelangsing dari Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia)
Daun jati belanda mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah. Daun jati belanda merupakan obat pelangsing alami yang luar biasa karena memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, lendiri, karotenoid, asam fenol, dan damar.

Obat Pelangsing dari Daun Jati Belanda

Senyawa tanin misalnya, mempunyai fungsi mengendapkan mukosa protein terutama di sekitar permukaan usus halus. Hal ini membantu mengurangi penyerapan makanan. Ini membuktikan bahwa proses obesitas berlebih bisa diminimalisasi.

Ada beberapa penelitian ilmiah yang membuktikan keandalan daun jati belanda sebagai tanaman obat pelangsing. Dalam sebuah percobaan yang memberikan ekstrak daun jati belanda dengan konsentrasi 15 hingga 30 persen kepada kelinci, mampu menurunkan kolesterol.

Daun jati belanda yang direbus mampu meningkatkan konsentrasi asam lemak dengan bantuan enzim lipase dalam tubuh manusia. Penelitian ini diungkap oleh Iswantini pada tahun 2003, yang menyebutkan bahwa daun jati belanda yang diekstrak dalam kloroform mampu meningkatkan kemampuan enzim lipase untuk menaikkan kadar asam lemak.

Dalam riset lainnya, ekstrak air daun jati belanda mampu menurunkan kolesterol dalam darah tikus sebesar 31,51 persen, karena mengandung tanin.

Baca Juga  Suplemen Penambah Berat Badan Alami

Daun jati belanda mampu mengatalisasis hidrolisasi trigliserida dalam makanan yang telah memasuki usus menjadi asam lemak yang berantai panjang. Hal ini membuat penyerapan lemak terhambat dan makin banyak lemak yang terbuang melalui feses.

Daun jati belanda yang dipadu dengan rimpang tanaman bangle, akan terbukti mengoptimalkan penghambatan penyerapan lemak dan meningkatkan proses degradasi lemak dalam tubuh manusia. Inilah bukti ilmiah bahwa daun jati belanda dapat digunakan sebagai obat pelangsing.

Obat Pelangsing dari Tanaman Bangle (Zingiber cassumunar)
Mengapa tanaman bangle bisa dimasukkan ke dalam kategori tanaman obat pelangsing? Karena tanaman ini memiliki kandungan zat kimia yang komplit sebagai pendegradasi lemak. Di antaranya adalah alkaloid, flavonoid, minyak atsiri, saponin, pati, tanin, steroid/triterpenoid, sineol, dan pinen.

Obat Pelangsing dari Tanaman Bangle

Selain sebagai pendegradasi lemak, tanaman bangle ini juga mempunyai khasiat lain, yaitu obat lemah jantung, sakit kepala, reumatik, batuk berdahak, sakit kuning, cacingan, pencahar, penurun panas, penyembuh sakit perut, serta jamu wanita setelah melahirkan.

Tanaman bangle mampu meningkatkan aktivitas degradasi lemak. Aktivitas ini dipromotori olehenzim lipase. Tanaman bangle mampu mengaktivasi enzim lipase, sehingga disebut juga sebagai tanaman peluruh lemak atau obat pelangsing. Untuk mengekstrak flavonoid dari tumbuhan bangle, maka digunakan metanol 80% untuk melarutkan senyawa yang ada dalam rimpang bangle.

Obat Pelangsing – Asam Jawa (Tamarindus indica)
Anda pasti akrab dengan tanaman yang satu ini. Asam Jawa, hampir selalu ada di dapur kita. Selain dipakai sebagai bumbu dapur, tanaman asam jawa juga bisa menjadi tanaman obat.

Obat Pelangsing - Asam Jawa

Bagi Anda yang berada di luar Jawa, tanaman ini memiliki nama lain, di antaranya bak me di Aceh; acamlagi sebutan untuk daerah Gayo; asam jawa, kayu asam, cumalagi sebutannya di wilayah Minangkabau; tangkal asem kata orang Sunda; acem sebutan di Pulau Madura; di Kalimantan tanaman ini juga disebut asam jawa; di Gorontalo disebut dengan asang jawi gorontalo; sedang di Makassar dinamai dengan camba makassar; dan masyarakat Bugis mengenalnya dengan nama Cempa.

Baca Juga  Yuk Intip 7 Penyebab Tekanan Darah Rendah dan Cara Mengobatinya

Daun tanaman asam jawa mampu dipakai sebagai obat penurun kadar kolesterol, karena mengandung saponin, flavonoid, dan juga tanin. Telah diketahui sebelumnya bahwa senyawa aktif flavonoid dan juga tanin dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mendegradasi lemak. Proses ini diawali dengan peningkatan metabolisme dalam tubuh yang mampu membakar timbunan lemak.

Proses peluruhan lemak atau kolesterol oleh flavonoid dan tanin dikatalisis oleh enzim lipase. Ekstrak yang diambil dari asam jawa bisa menjadi aktivator enzim. Enzim tersebut mampu mendegradasi lemak, sehingga aktivator juga bisa disebut sebagai obat pelangsing alami.

Obat Pelangsing – Belimbing Manis (Averhoa carambola)
Jika beberapa tanaman di atas, baik buah, daun maupun rimpangnya kurang nikmat untuk dikonsumsi, berbeda dengan belimbing manis. Buah yang lezat ini ternyata juga bisa digunakan sebagai peluntur lemak dalam tubuh. Di Minangkabau, nama buah ini adalah dibalimbing manih; di Sunda disebut dengan balimbing amis, sedangkan di Jawa Tengah dinamai blimbing legi.

Obat Pelangsing - Belimbing Manis

Sebagai peluntur lemak alami, ternyata belimbing manis juga memiliki khasiat lain, di antaranya mampu digunakan sebagai penghilang karat pada logam, karena air perasan dari daun dan batang belimbing mengandung asam oksalat. Kandungan kimia di dalamnya antara lain glukosa, protein, besi, kalsium, phospor, vitamin A, B, dan C. Kandungan tersebut mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah manusia.

Hampir sama dengan tanaman lainnya yang berpotensi menurunkan kadar koletserol, senyawa aktif yang dalam blimbing dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Hal ini membantu proses pembakaran timbunan lemak. Tentu lemak tubuh pun kian berkurang, sehingga tubuh bisa menjadi langsing.

Kita mengetahui bahwa lemak sukar larut dalam plasma darah. Protein hasil aktivasi enzim dalam buah belimbing bisa menyatukan lemak dengan darah, sehingga tidak ada kesempatan bagi lemak untuk menggumpal dan mengendap.

Baca Juga  10 Makanan untuk Diet Rendah Kolesterol

Obat Pelangsing – Tanaman Kemuning (Murraya paniculata)
Tanaman kemuning biasanya tumbuh liar di sekitar semak belukar. Tapi siapa mengira, tanaman yang tumbuh seadanya ini memiliki khasiat yang luar biasa, sebagai pendegradasi lemak, penurun kadar kolesterol, dan pelangsing tubuh.

Obat Pelangsing - Tanaman Kemuning

Tanaman ini memiliki beberapa nama lain sesuai dengan daerah tempat dia tumbuh, untuk daerah Minangkabau, tanaman ini dinamai dengan kemunieng; di Pulau Jawa tanaman ini disebut sebagai kamuning; sedangkan di Nusa Tenggara dinamai kemuni; serta di Manado bernama kamuning.

Tanaman kemuning awalnya berupa pohon kecil yang tumbuh melebar. Jika dibiarkan, maka kemuning bisa tumbuh hingga mencapai tinggi delapan meter. Saat ini sebagai tanaman liar, kemuning juga ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman obat dan tanaman hias. Tanaman kemuning termasuk tanaman yang tumbuh di dataran rendah, karena hanya mampu tumbuh di daerah dengan ketinggian maksimal 400 meter di atas permukaan air laut.

Tanaman kemuning mengandung berbagai senyawa kimia, di antaranya senyawa aktif atsiri, damar, glikosida, dan meransin. Untuk bagian daunnya, zat kimia yang terkandung adalah tanin, flavonoid, steroid, dan alkaloid, zat-zat tersebut diketahui berpotensi sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah.

Tanaman-tanaman obat yang kami sebutkan di atas, merupakan sejumlah alternatif pilihan bagi Anda untuk menurunkan kadar lemak, kolesterol, dan sebagai obat pelangsing alami. Prospek dan peluang berbagai tanaman di atas untuk dijadikan asupan nutrisi sangat besar khususnya di dunia farmasi dan pengobatan.

Namun perlu diingat, menggunakan obat pelangsing saja tidak cukup untuk mengurangi berat badan. Perlu juga olah raga dan istirahat yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh. Selain itu kita perlu menjaga pola makan dengan gizi yang cukup dan seimbang. Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah, perbanyak minum air, dan kurangi makanan-makanan instan. Dengan ini Anda bukan hanya langsing, namun juga tetap fit dan sehat. Semoga bermanfaat.

lisa puspita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *